Jumat, 15 Februari 2013

wisata bukit kaba



BUKIT KABA
Bukit kaba yang letaknya tidak jauh dari gunung dempo (3172 mdpl) merupakan gunung api kembar dengan gunung hitam yang telah padam. Pada puncaknya terdapat tiga buah kawah yang cukup indah untuk dinikmati.Untuk mencapai puncak gunung kaba ini pendaki telebih dahulu menuju Kota Kabupaten Rejang Lebong - Curup. Curup dapat dicapai dari barat (Bengkulu) sekitar 90 km perjalanan dan juga pendaki dapat mencapainya dari arah timur yaitu dari Palembang lewat Kabupaten Lahat dan Lubuk Linggau. Dari Curup menuju ke kampung bukit kaba dan berkemah di desa Sumber Urip (sebelah utara gunung) kurang lebih 25 km dari Curup.Pendakian menuju ke puncak sampai di pematang durian dari sumber urip kurang lebih sekitar 4 jam perjalanan, namun saat ini dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat. Dari pematang durian sampai ke puncak Kaba sekitar 2 jam perjalanan. Dimana dalam perjalanan menuju puncak bukit kaba ini terdapat banyak panorama alam dan perkebunan sayuran milik warga yang membentang luas di kaki bukit kaba.
Salah satu lokasi yang menjadi daya tarik di Bukit Kaba adalah kawah belerang. Adanya endapan belerang di dasar kawah utama Gunungapi Kaba membuat sebagian kecil masyarakat di sekitar gunung api ini memanfaatkannya dengan cara menggali secara tradisional. Namun saat ini penggalian tersebut sudah tidak dilakukan lagi, mengingat volume cadangannya yang tidak memadai untuk ditambang dalam skala kecil sekalipun. sumber mata air panas di jalur pendakian ini merupakan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk datang. Fasilitas tangga di lereng luar Kawah Lama memudahkan para wisatawan untuk mencapai bibir kawah-kawah lainnya di kawasan puncak. Sumber mata air panas di Air Meles (lereng baratdaya) dan di Air Sempiang (lereng selatan) juga merupakan tempat-tempat yang potensial bagi wisata gunungapi di Kabupaten Rejang Lebong.

Sabtu, 10 November 2012

KOTA CURUP

    Curup adalah ibukota Kabupaten Rejang Lebong, Propinsi Bengkulu, yang merupakan kota terbesar ke-2 di Bengkulu setelah Kotamadya Bengkulu tentunya. Kota ini pernah menjadi ibukota Propinsi Sumatera Selatan pada masa revolusi dibawah kepemimpinan Gubernur A.K  Gani. 
Curup merupakan sebuah kota di daerah pegunungan bukit barisan dan dikelilingi oleh Bukit Kaba dan Bukit Daun. Curup merupakan kota kecil berudara dingin, sejuk, dan segar yang terhampar di lembah dataran tinggi Sumatera. Penduduk asli Kota Curup adalah suku Rejang, tapi banyak juga suku-suku lainnya seperti Jawa, Lembak, Minang, dan Serawai. Adanya asimilasi kebudaya'an daerah dengan pendatang menjadikan Curup sebagai kota heterogen dari berbagai etnis di Indonesia.
       Curup merupakan kota agraris penghasil beras, kopi, dan sayur-sayuran yang merupakan komoditi utamanya. Hasil komoditi ini dikirim hingga ke Palembang, Jambi, Padang, Lampung, dan Jakarta..

Kepala adat Curup (tahun 1939)

 Pasar yg agak modern adalah Pasar Bang Mego. Sebelum di bangun Pasar Bang Mego, pada tahun 1970-an dikenal dengan sebutan Pasar Bawah, untuk membedakan dengan pasar yang lain yaitu Pasar Atas, yang terletak dekat Terminal angkutan serta Pasar Tengah yang telah ada sejak sebelum Indonesia merdeka.